About my Blog

But I must explain to you how all this mistaken idea of denouncing pleasure and praising pain was born and I will give you a complete account of the system, and expound the actual teachings of the great explorer of the truth, the master-builder of human happiness. No one rejects, dislikes, or avoids pleasure itself, because it is pleasure, but because those who do not know how to pursue pleasure rationally encounter consequences that are extremely painful. Nor again is there anyone who loves or pursues or desires to obtain pain

Sabtu, 18 Juni 2011

Sajak Bersama Kopi

Aku lebih suka kopi
aromanya menghanyutkanku jauh dari sini
dan pahitnya membawaku kembali
.
kau adalah kopi dalam cangkir pagiku
sesendok manisku tak bisa ubah aromamu
seteguk pahitmu tak kan membunuh hariku
.
kucium wangi aromamu
berharap kan kudapat rasa senikmat itu
tak kusangka akhirnya mati rasaku
setelah kutelan pekat pahitmu itu
.
kopiku pagi ini tersendat di leher, tak mengalir
kukira kenangan tentangmu tlah berakhir
ternyata dalam setiap teguk kau hadir
.
kuteguk cintamu dari cangkir kopiku
kuhembus senyummu dr batang rokokku
kucoba larutkanmu di antara mereka
dan wujudmu semakin nyata
.
kutahan lg rinduku
seperti bubuk kopi di dasar cangkir
yg tak jd kuseduh
ketika tak panas ceret yg kusentuh
.
ternyata memang percuma
walau diseduh di cangkir emas
tak akan ada lg nikmat aroma kopi
dari ampas kering yg diseduh kembali.
.
selesai
kuteguk kopi hingga ke ampas
seiring hilangnya mentari panas
dan akhirnya kulihat di dasar gelas
bayangmu telah tertidur pulas.
Sumber: Blaa

0 komentar:

Posting Komentar